Selasa, 02 Januari 2018

PIAGAM GUMI SASAK : Menjaga Kelestarian Budaya Sasak






 Piagam Gumi Sasak adalah sebuah dokumen yang berisi kesepakatan bersama masyakat Sasak untuk membangun, menyatukan, dan menegakkan kembali kebudayaan Sasak berdasarkan basis atau landasan yang sebenarnya. Dengan tujuan untuk memperbaiki pandangan masyakat luar terhadap Suku Sasak yang ditimbulkan oleh oknum-oknum tertentu. Selain itu, Piagam Gumi Sasak ini bertujuan untuk memberikan jalan bagi masyarakat Sasak untuk belajar tentang budayanya lebih dalam lagi sebelum mempresentasikannya kepada dunia luar.Piagam Gumi Sasak pertama kali digagas oleh Drs.H.Lalu Agus Fathurrahman, beliau merupakan Budayawan.Piagam Gumi Sasak dibacakan di Mataram, 14 Mulut tahun Jimawal / 1437 H 26 Desember 2015 yang dihadiri oleh beberapa tokoh, yaitu Ketua Majelis Adat Sasak, Ketua Asosiasi Tradisi Lisan NTB, Tokoh Agama, Tokoh Budaya, Sejarawan, Ahli Bahasa, dan beberapa tokoh masyarakat yang ada di NTB. 
Piagam Gumi Sasak pertama kali dibacakan di Museum NTB dan disetiap acara kebudayaan Piagam Gumi Sasak selalu dibacakan. Berikut isi dari teks Piagam Bumi Sasak:

PIAGAM GUMI SASAK
 BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM
Menjadi bangsa Sasak adalah amanah yang harus dipertanggung-jawabkan kepada Allah SWT dan generasi mendatang. Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan matarantai sejarah kemanusiaan, melalui simbol-simbol yang diletakkan dalam pemikiran bangsa Sasak yang terhampar di Gumi Paer. Simbol-simbol itu merupakan tanda-tanda yang terbaca yang membawa kembali menuju jatidirinya yang sebenarnya.
Perjalanan sejarah bangsa Sasak yang diwarnai oleh hikmah yang tertuang dalam berbagai bencana yang menenggelamkan, mengaburkan, dan menistakan keluhuran budaya Sasak. Berbagai catatan penekanan, pendangkalan makna, pengaburan jatidiri, sampai pembohongan sejarah dengan berbagai kepentingan para penguasa yang masih berlangsung hingga saat ini, melalui pencitraan budaya dan sejarah Bangsa yang ditulis dengan perspektif dan kepentingan kolonialisme dan imperialisme modern. Hal itu telah membuat bangsa ini menjadi Bangsa inferior yang tak mampu tegak di antara bangsa-bangsa lain dalam rangka menegakkan amanat kefitrahannya sebagai sebuah bangsa.
Sadar akan hal tersebut, kami anak-anak bangsa Sasak mengumumkan PIAGAM GUMI SASAK sebagai berikut:
Pertama: Berjuang bersama menggali dan menegakkan jatidiri bangsa Sasak demi kedaulatan dan kehormatan budaya Sasak.
Kedua: Berjuang bersama memelihara, menjaga, dan mengembangkan khazanah intelektual bangsa   Sasak agar terpelihara kemurnian kebenaran, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.
Ketiga: Berjuang bersama menegakkan harkat dan martabat bangsa Sasak melalui karya-karya          kebudayaan yang membawa bangsa Sasak menjadi bangsa yang maju dengan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan tradisionalitas.
Keempat: Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru dengan kejatidirian yang      kuat untuk menghadapi tantangan peradaban masa depan.
           Kelima:Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter, bersatu, dan berwibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan serta memberkahi perjalanan bangsa Sasak menuju kemaslahatan seluruh umat manusia.
Mataram, 14 Mulut tahun Jimawal / 1437 H

26 Desember 2015






Ditandatangani bersama kami,
Drs. Lalu Azhar
Drs. Haji Lalu Mujtahid
Drs. Lalu Baiq Windia M.Si
TGH. Ahyar Abduh
Drs. Haji Husni Mu’adz MA., Ph. D
Dr. Muhammad Fajri, M.A
Dr. Jamaludin, M. Ag
Dr. Lalu Abd. Kholik, M.Hum.
Drs. H. A. Muhit Ellepaki, M. Hum
Dr. H. Sudiman M. Pd
Dr. H. L., Agus Fathurraman
Mundzirin
L. Ari Irawan, SE., S. PD., M. Pd


Untuk menyaksikan pembacaan Piagam Gumi Sasak, lebih lengkapnya saksikan langsung pembacaan Piagam Gumi Sasak dengan mengunjungi link di bawah ini.
 
Narasumber: L. Ari Irawan, SE., S. Pd., M. Pd.

9 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya yg sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  2. Informasi yg bermanfaat. Tetap lestarikan budaya sasak!!

    BalasHapus
  3. Informasi yg bermanfaat. Tetap lestarikan budaya sasak!!

    BalasHapus
  4. Postingannya sangat bermanfaat dan menambah wawasan..Budaya Sasak tetap harus dilestarikan.

    BalasHapus
  5. Ayo kita sama-sama lestarikan dan cintai budaya yang sudah diwariskan oleh nenek moyang.

    BalasHapus
  6. mantapppssss....suku sasak kereeennnnnn

    BalasHapus