Piagam Gumi
Sasak adalah sebuah dokumen yang berisi kesepakatan bersama masyakat Sasak
untuk membangun, menyatukan, dan menegakkan kembali kebudayaan Sasak
berdasarkan basis atau landasan yang sebenarnya. Dengan tujuan untuk
memperbaiki pandangan masyakat luar terhadap Suku Sasak yang ditimbulkan oleh
oknum-oknum tertentu. Selain itu, Piagam Gumi Sasak ini bertujuan untuk
memberikan jalan bagi masyarakat Sasak untuk belajar tentang budayanya lebih
dalam lagi sebelum mempresentasikannya kepada dunia luar.Piagam
Gumi Sasak pertama kali digagas oleh Drs.H.Lalu Agus Fathurrahman, beliau
merupakan Budayawan.Piagam Gumi Sasak dibacakan di Mataram, 14 Mulut tahun
Jimawal / 1437 H 26 Desember 2015 yang dihadiri oleh beberapa tokoh, yaitu
Ketua Majelis Adat Sasak, Ketua Asosiasi Tradisi Lisan NTB, Tokoh Agama, Tokoh
Budaya, Sejarawan, Ahli Bahasa, dan beberapa tokoh masyarakat yang ada di
NTB.
Piagam Gumi Sasak pertama kali
dibacakan di Museum NTB dan disetiap acara kebudayaan Piagam Gumi Sasak selalu
dibacakan. Berikut isi dari teks Piagam Bumi Sasak:
PIAGAM GUMI
SASAK
BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM
Menjadi bangsa Sasak adalah amanah yang harus
dipertanggung-jawabkan kepada Allah SWT dan generasi mendatang. Menunaikan
amanah Sasak itu sejatinya merupakan matarantai sejarah kemanusiaan, melalui
simbol-simbol yang diletakkan dalam pemikiran bangsa Sasak yang terhampar di
Gumi Paer. Simbol-simbol itu merupakan tanda-tanda yang terbaca yang membawa
kembali menuju jatidirinya yang sebenarnya.
Perjalanan sejarah bangsa Sasak yang diwarnai oleh
hikmah yang tertuang dalam berbagai bencana yang menenggelamkan, mengaburkan,
dan menistakan keluhuran budaya Sasak. Berbagai catatan penekanan, pendangkalan
makna, pengaburan jatidiri, sampai pembohongan sejarah dengan berbagai
kepentingan para penguasa yang masih berlangsung hingga saat ini, melalui
pencitraan budaya dan sejarah Bangsa yang ditulis dengan perspektif dan
kepentingan kolonialisme dan imperialisme modern. Hal itu telah membuat bangsa
ini menjadi Bangsa inferior yang tak mampu tegak di antara bangsa-bangsa lain
dalam rangka menegakkan amanat kefitrahannya sebagai sebuah bangsa.
Sadar akan hal tersebut, kami anak-anak bangsa Sasak
mengumumkan PIAGAM GUMI SASAK sebagai berikut:
Pertama: Berjuang
bersama menggali dan menegakkan jatidiri bangsa Sasak demi kedaulatan dan
kehormatan budaya Sasak.
Kedua: Berjuang
bersama memelihara, menjaga, dan mengembangkan khazanah intelektual
bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian kebenaran, kepatutan, dan
keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.
Ketiga: Berjuang
bersama menegakkan harkat dan martabat bangsa Sasak melalui
karya-karya kebudayaan
yang membawa bangsa Sasak menjadi bangsa yang maju dengan menjunjung tinggi
nilai religiusitas dan tradisionalitas.
Keempat: Berjuang
bersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru dengan kejatidirian
yang kuat untuk menghadapi tantangan peradaban
masa depan.
Kelima:Berjuang
bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter, bersatu, dan
berwibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan serta
memberkahi perjalanan bangsa Sasak menuju kemaslahatan seluruh umat manusia.
Mataram, 14
Mulut tahun Jimawal / 1437 H
26 Desember 2015
Ditandatangani
bersama kami,
Drs. Lalu Azhar
Drs. Haji Lalu Mujtahid
Drs. Lalu Baiq Windia M.Si
TGH. Ahyar Abduh
Drs. Haji Husni Mu’adz MA., Ph. D
Dr. Muhammad Fajri, M.A
Dr. Jamaludin, M. Ag
Dr. Lalu Abd. Kholik, M.Hum.
Drs. H. A. Muhit Ellepaki, M. Hum
Dr. H. Sudiman M. Pd
Dr. H. L., Agus Fathurraman
Mundzirin
L. Ari Irawan, SE., S. PD., M. Pd
Untuk
menyaksikan pembacaan Piagam Gumi Sasak, lebih lengkapnya saksikan langsung
pembacaan Piagam Gumi Sasak dengan mengunjungi link di bawah ini.
Narasumber:
L. Ari Irawan, SE., S. Pd., M. Pd.