NUTU BERAS/GABAH
Sejak
tahun 2013 lalu masyarakat Bayan dinobatkan sebagai salah satu suku bangsa yang
bernama Suku Bayan. Memang tidak salah jika Bayan dinobatkan sebagai salah satu
suku yang mendiami bumi seribu masjid karena memang Bayan memiliki budaya dan
adat dan pakaian adat yang berbeda dari masyarakat Lombok/suku Sasak pada
umumnya.
Indonesia
memang kaya dengan dengan suku dan budaya yang tersebar di semua pulau yang ada
di wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Keberagaman yang ada di
masyarakat Indonesia menciptakan kebudayaan yang berbeda antara satu daerah
dengan daerah lainnya, yang kemudian dikenal dengan nama kebudayaan lokal
dimana masyarakat menjunjung tinggi kebudayaan lokal tersebut sebagai warisan
dari para leluhur.
Dalam
salah satu manuskrip yang ditulis oleh Tuan Guru Najmudin Makmun menyebutkan
bahwa Desa-Desa Tertua di Lombok adalah Desa Bayan sekitar 1150 Masehi baru
disusul dengan Desa Selaparang 1247 M Desa Pejanggik 1272 M dan Desa Majapahit
Abad ke 14. Desa-Desa tersebut kemudian menjadi Kerajaan-kerajaan di Lombok salah
satunya adalah kerajaan Bayan.
Setelah
istirahat beberapa saat di berugak dengan suguhan tuak aren dan makanan ringan
berupa pisang dan ubi kayu kami bersama rombongan pecinta photography
menyaksikan tradisi masyarakat Bayan yaitu prosesi bisok beras/menik (cuci
beras). Kegiatan bisok beras/menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan
beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.
Sebelum
dilakukannya prosesi bisok berak ini terlebih dahulu masyarakat Bayan melakukan
prosesi menumbuk padi di halaman rumah dengan alat tradisional, lisung panjang
dengan alu yang terbuat dari bambu. Kemudian proses selanjutnya adalah menampi
atau membersihkan/memisahkan beras hasil tumbukan dari kulitnya dengan
menggunakan niru (alat yang terbuat dari anyaman bambu).
Informasinya sangat menambah wawasan. Adat yang dibalut dengan keindahan๐
BalasHapusWonderfull information ๐
BalasHapusInformasinya sangat bermanfaat. Terimakasih yaaa
BalasHapusInformasi yg bermanfaat. Makasih
BalasHapusOh di Bayan rupax. Thanks infox.
BalasHapusTerimakasih infonya.
BalasHapus. Smoga brmanfaat
Indahnya tradisi Sasak๐
BalasHapusInfonya sangat bermanfaat bagi saya dan pembaca lainnya.
Indahnya tradisi Sasak๐
BalasHapusImfonya sangat bermanfaat bagi saya maupun pembaca lainnya.
Makasih infonya ๐๐
BalasHapusbangga jadi orang Sasak,,,,
BalasHapuspulau beribu masjid,
memiliki banyak kebudayaan dan adat,,, mantapppp
Nice ๐
BalasHapusTerimakasih. Sngat bermanfaat
BalasHapusInformasi yg sangat menarik. Trimkasih tetap semangat untuk melestarikan budaya !
BalasHapusSangat bermanfaat. Terimakasih
BalasHapus